DALDJOENI, hakekat geografi sebagai berikut:
a.Sebagai ilmu pengetahuan bio-fisis
b.Sebagai relasi timbale balik manusia alam
c.Sebagai ekologi manusia
d.Sebagai telaah bentang alam
e.Sebagai telaah sebaran gejala alam atau gejala sosial tertentu
f.Sebagai teori tentang ruang bumi
GINSBURG, hakekat geografi sebagai berikut:
a.Sebagai ikhtisar fakta
b.Sebagai studi tentang pengaruh lingkungan
c.Sebagai studi tentang hubungan antara manusia dan alam
d.Sebagai studi bentang alam
e.Sebagai ekologi manusia
f.Sebagai ilmu distribusi
LAMBOOY hakekat geografi sebagai berikut:
a.Suatu telaah tentang perbedaan dan integrasi wilayah
b.Bertugas menelaah gejala dalam kaitannya dengan ruang
c.Bertujuan menemukan poladan ikatan-ikatan yang azasi
d.Bertugas menyelidiki obyek yang terintegrasi dalam persebaran keruangannya
e.Ilmu tentang lokasi
f.Menelaah ruang dan relasi keruangan
Geografi merupakan ilmu yang sangat penting utuk dikaji, karena geografi memiliki potensi fisik dan sosial serta teknik yang mampu memberikan deskripsi aktual :)
Rabu, 13 April 2011
Selasa, 12 April 2011
SUNGAI DI INDONESIA DAN EKOLOGINYA
1. Sifat-sifatnya
a. Di Pulau Jawa:
• Sungai-sungainya pendek
• Alirannya deras
• Daya erosi besar
• Banyak mengangkut materi hasil erosi (lumpur, pasir, dll)
• Sudah tidak berfungsi untuk lalu-lintas ke daerah pedalaman
b. Di Pulau Sumatera
• Sungai-sungainya panjang
• Alirannya tenang
• Muaranya berbentuk esturia (corong)
• Daya erosi tidak besar (airnya jernih)
• Sangat besar artinya untuk lalu lintas ke daerah pedalaman
c. Di Pulau Kalimantan
• Sungai-sungainya panjang-panjang dan lebar-lebar
• Alirannya tenang
• Muaranya berbentuk estuaria
• Daya erosi tidak besar (airnya jernih)
• Sangat besar artinya untuk lalu lintas ke daerah pedalaman
2. Manfaatnya
a. Menghasilkan ikan
b. Menghasilkan bahan bangunan (pasir,batu,dll)
c. Untuk pengairan
d. Untuk pembangkit tenaga listrik
e. Untuk lalu lintas dan pengangkutan
f. Untuk mencukupi keperluan air minum
Sumber bacaan: salldein,dkk (Geografi dan Kependudukan)
a. Di Pulau Jawa:
• Sungai-sungainya pendek
• Alirannya deras
• Daya erosi besar
• Banyak mengangkut materi hasil erosi (lumpur, pasir, dll)
• Sudah tidak berfungsi untuk lalu-lintas ke daerah pedalaman
b. Di Pulau Sumatera
• Sungai-sungainya panjang
• Alirannya tenang
• Muaranya berbentuk esturia (corong)
• Daya erosi tidak besar (airnya jernih)
• Sangat besar artinya untuk lalu lintas ke daerah pedalaman
c. Di Pulau Kalimantan
• Sungai-sungainya panjang-panjang dan lebar-lebar
• Alirannya tenang
• Muaranya berbentuk estuaria
• Daya erosi tidak besar (airnya jernih)
• Sangat besar artinya untuk lalu lintas ke daerah pedalaman
2. Manfaatnya
a. Menghasilkan ikan
b. Menghasilkan bahan bangunan (pasir,batu,dll)
c. Untuk pengairan
d. Untuk pembangkit tenaga listrik
e. Untuk lalu lintas dan pengangkutan
f. Untuk mencukupi keperluan air minum
Sumber bacaan: salldein,dkk (Geografi dan Kependudukan)
Sabtu, 26 Maret 2011
TEORI DIFUSI
Dalam istilah sehari-hari difusi berarti pemencaran, penyebaran, atau penjalaran, seperti penyebaran berita dari mulut ke mulut, penjalaran penyakit dari suatu daerah ke daerah lain, penyebaran kebudayaan dari suatu suku ke suku lain. Dalam geografi, difusi mempunyai dua arti yang berbeda.
Pertama, difusi ekspansi (expansion diffusion) yaitu suatu proses dimana informasi, material dan sebagainya menjalar melalui suatu populasi dari suatu daerah ke daerah yang lain. Dalam proses ekspansi ini informasi atau material yang di-difusi-kan tetap ada dan kadang-kadang menjadi lebih intensif di tempat asalnya. Hal ini berarti bahwa terjadi penambahan jumlah anggota baru pada populasi antra periode dua waktu (waktu w1 dan w2) dan penambahan anggota baru tersebut mengubah pola keruangan populasi secara keseluruhan. Ini berarti bahwa daerah asal mengalami perluasan oleh karena terdapat tambahan anggota baru dalam populasi.
Kedua, difusi penampungan (relocation diffusion) merupakan proses yang sama dengan penyebaran keruangan dimana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru. Ini berrati bahwa anggota dari populasi pada waktu w1 berpindah letaknya dari waktu w1 hingga w2. Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempat yang lama dan ditampung oleh tempat yang baru karena bencana gunung berapi dapat digolongkan ke dalam difusi penampungan.
Sumber Bacaan:Metode Analisa Geografi by Bintarto
Pertama, difusi ekspansi (expansion diffusion) yaitu suatu proses dimana informasi, material dan sebagainya menjalar melalui suatu populasi dari suatu daerah ke daerah yang lain. Dalam proses ekspansi ini informasi atau material yang di-difusi-kan tetap ada dan kadang-kadang menjadi lebih intensif di tempat asalnya. Hal ini berarti bahwa terjadi penambahan jumlah anggota baru pada populasi antra periode dua waktu (waktu w1 dan w2) dan penambahan anggota baru tersebut mengubah pola keruangan populasi secara keseluruhan. Ini berarti bahwa daerah asal mengalami perluasan oleh karena terdapat tambahan anggota baru dalam populasi.
Kedua, difusi penampungan (relocation diffusion) merupakan proses yang sama dengan penyebaran keruangan dimana informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah yang lama dan berpindah atau ditampung di daerah yang baru. Ini berrati bahwa anggota dari populasi pada waktu w1 berpindah letaknya dari waktu w1 hingga w2. Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempat yang lama dan ditampung oleh tempat yang baru karena bencana gunung berapi dapat digolongkan ke dalam difusi penampungan.
Sumber Bacaan:Metode Analisa Geografi by Bintarto
Selasa, 16 November 2010
pahami - pendekatan geografi
Pendekatan geografi
a) Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan adalah suatu metode analisis yang menekankan pada eksistensi ruang yang berfungsi untuk mengakomodasi kegiatan manusia.
Contoh :
Pada musim hujan Jakarta banjir, karena tiada sejengkal tanahpun yang dapat untuk peresapan air, lahan untuk pemukiman, kantor dan jalan selain itu penduduknya membuang sampah di saluran air.
b) Pendekatan Ekologi/kelingkungan
Pendekatan ekologi (ecological approach) merupakan metodelogi untuk mendekati , menelaah dan menganalisis suatu gejala atau masalah geografi dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Pendekatan ekologi diarahkan kepada hubungan manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungannya.
Contoh :
Daerah Jakarta banjir karena hutan didaerah Bogor/puncak terjadi penggundulan hutan.
c) Pendekatan Kompleks Wilayah
Analisis geografi dalam pendekatan kompleks wilayah mempelajari fenomena atau kejadian berdasarkan hubungan aspek-aspek suatu wilayah tertentu yang berkaita dengan wilayah lainnya. Artinya, permasalahan yang dikaji dalam pendekatan kompleks wilayah adalah permasalahan keruangan komplek antar wilayah yang tidak dapat diselesaikan dengan hanya pada satu ruang wilayah tertentu.
Contoh :
Untuk mengatasi banjir di Jakarta, Pemda DKI bekerjasama dengan Pemda daerah sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) untuk memperbaiki DAS dan menggalakkan penghijauan.
a) Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan adalah suatu metode analisis yang menekankan pada eksistensi ruang yang berfungsi untuk mengakomodasi kegiatan manusia.
Contoh :
Pada musim hujan Jakarta banjir, karena tiada sejengkal tanahpun yang dapat untuk peresapan air, lahan untuk pemukiman, kantor dan jalan selain itu penduduknya membuang sampah di saluran air.
b) Pendekatan Ekologi/kelingkungan
Pendekatan ekologi (ecological approach) merupakan metodelogi untuk mendekati , menelaah dan menganalisis suatu gejala atau masalah geografi dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Pendekatan ekologi diarahkan kepada hubungan manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungannya.
Contoh :
Daerah Jakarta banjir karena hutan didaerah Bogor/puncak terjadi penggundulan hutan.
c) Pendekatan Kompleks Wilayah
Analisis geografi dalam pendekatan kompleks wilayah mempelajari fenomena atau kejadian berdasarkan hubungan aspek-aspek suatu wilayah tertentu yang berkaita dengan wilayah lainnya. Artinya, permasalahan yang dikaji dalam pendekatan kompleks wilayah adalah permasalahan keruangan komplek antar wilayah yang tidak dapat diselesaikan dengan hanya pada satu ruang wilayah tertentu.
Contoh :
Untuk mengatasi banjir di Jakarta, Pemda DKI bekerjasama dengan Pemda daerah sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) untuk memperbaiki DAS dan menggalakkan penghijauan.
Jumat, 05 November 2010
TENTANG HUTAN (MY JUNGLE)
Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar dan beragam. Salah satu keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia adalah hutan yang tersebar di sebagian besar pulau-pulau yang ada di Indonesia. Jenis hutan apa yang ada di daerahmu? Mari kita pelajari materi ini.
Hutan merupakan salah satu bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.
Orang awam mungkin melihat hutan lebih sebagai sekumpulan pohon kehijauan dengan beraneka jenis satwa dan tumbuhan liar. Untuk sebagian, hutan berkesan gelap, tak beraturan, dan jauh dari pusat peradaban. Sebagian lain bahkan akan menganggapnya menakutkan.
Namun, jika kita mengikuti pengertian ilmu kehutanan, Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya, yang menempati daerah yang cukup luas.
Usaha pengelolaan dan pemanfaatan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia disebut kegiatan kehutanan.
Wilayah Indonesia terdiri atas sekita 17.000 pulau besar dan kecil membentang sepanjang garis khatulistiwa. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi geografis tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki keragaman flora dan fauna yang sangat melimpah.Indonesia juga diakui sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Indonesia memiliki habitat yang sangat luas meliputi rawa, hutan basah dan kering, padang rumput, serta gunung bersalju. Oleh karena itu jenis tumbuhan di Indonesia sangat beragam.
Wilayah Indonesia yang berada di khatulistiwa selalu mendapat sinar Matahari yang banyak sepanjang tahun, suhu udara yang relatif sedang sampai tinggi, dan curah hujan yang juga tinggi. Kondisi ini memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman dari mulai lumut hingga pohon yang tingginya mencapai 50 meter.
Banyak ilmuwan yang mengelompokkan hutan berdasarkan variasi sistem ekologi. Tujuannya untuk memudahkan manusia dalam mengenali sifat khas hutan. Dengan mengenali betul-betul sifat sebuah hutan, kita akan memperlakukan hutan secara lebih tepat sehingga hutan dapat lestari, bahkan terus berkembang. Ada berbagai macam hutan antara lain:
* Berdasarkan jenis pohonnya
* Berdasarkan tujuan pemanfaatannya
* Berdasarkan iklim yang mempengaruhinya
* Berdasarkan letak geografisnya
* Berdasarkan ketinggian tempat
Hutan merupakan salah satu bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar.
Orang awam mungkin melihat hutan lebih sebagai sekumpulan pohon kehijauan dengan beraneka jenis satwa dan tumbuhan liar. Untuk sebagian, hutan berkesan gelap, tak beraturan, dan jauh dari pusat peradaban. Sebagian lain bahkan akan menganggapnya menakutkan.
Namun, jika kita mengikuti pengertian ilmu kehutanan, Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya, yang menempati daerah yang cukup luas.
Usaha pengelolaan dan pemanfaatan hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia disebut kegiatan kehutanan.
Wilayah Indonesia terdiri atas sekita 17.000 pulau besar dan kecil membentang sepanjang garis khatulistiwa. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi geografis tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki keragaman flora dan fauna yang sangat melimpah.Indonesia juga diakui sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Indonesia memiliki habitat yang sangat luas meliputi rawa, hutan basah dan kering, padang rumput, serta gunung bersalju. Oleh karena itu jenis tumbuhan di Indonesia sangat beragam.
Wilayah Indonesia yang berada di khatulistiwa selalu mendapat sinar Matahari yang banyak sepanjang tahun, suhu udara yang relatif sedang sampai tinggi, dan curah hujan yang juga tinggi. Kondisi ini memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman dari mulai lumut hingga pohon yang tingginya mencapai 50 meter.
Banyak ilmuwan yang mengelompokkan hutan berdasarkan variasi sistem ekologi. Tujuannya untuk memudahkan manusia dalam mengenali sifat khas hutan. Dengan mengenali betul-betul sifat sebuah hutan, kita akan memperlakukan hutan secara lebih tepat sehingga hutan dapat lestari, bahkan terus berkembang. Ada berbagai macam hutan antara lain:
* Berdasarkan jenis pohonnya
* Berdasarkan tujuan pemanfaatannya
* Berdasarkan iklim yang mempengaruhinya
* Berdasarkan letak geografisnya
* Berdasarkan ketinggian tempat
Langganan:
Postingan (Atom)