GEOGRAFI dalam ekonomi merupakan studi tentang spasial variasi di permukaan bumi.
geografi adalah studi yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer yang dikaji dengan pendekatan keruangan, kelingkungan dan wilayah komplex.
ekonomi adalah studi mengenai aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya.
jadi, geografi ekonomi adalah studi tentang wilayah-wilayah yang berbeda di permukaan bumi yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi manusia.
sumber bacaan: catatan M.K Geografi Ekonomi (smst 3, 2009)
Geografi merupakan ilmu yang sangat penting utuk dikaji, karena geografi memiliki potensi fisik dan sosial serta teknik yang mampu memberikan deskripsi aktual :)
Jumat, 15 Oktober 2010
Kamis, 14 Oktober 2010
PARIWISATA
Pariwisata merupakan bagian kegiatan rekreasi yang pada umumnya dapat diartikan sebagai beraneka macam kegiatan yang dilakukan sesorang dalam waktu senggangnya. Pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seseoarng untuk menikmati sesuatu yang berbeda dari tempat tinggalnya dengan tujuan bersenang – senang. Sebagai contoh, orang yang berdiam di daerah pegunungan ingin menikmati suasan pantai, dan sebaliknya.
Dilihat dari letak geografisnya pariwisata dibedakan menjadi:
1. Pariwisata Lokal
Pariwisata setempat yang mempunyai lingkup relative sempit dan terbatas dalam tempat- tempat tertentu.
2. Pariwisata Regional
Kegiatan pariwisata yang berkembang di suatu tempat atau daerah yang ruang lingkupnya lebih luas dibandingkan dengan pariwisata lokal
3. Kepariwisataan Nasional
Dalam arti sempit kepariwisataan yang berkembang dalam satu negara, sedangkan dalam arti luas kegiatan kepariwisataan yang berkembang dalam suatu negara, selain kegiatan “domestic tourism” juga dikembangkan “foreign tourism” di dalam termasuk “inbound” dan “out going tourism”. Jadi selain adanya lalu lintas wisatawan di luar negeri, juga ada lintas wisatawan dari luar negeri maupun dari dalam negeri ke luar negeri.
4. Regional-International Tourism
Kegiatan kepariwisataan yang berkembang disuatu wilayah internasional yang terbatas, tetapi melewati batas – batas lebih dari dua atau tiga negara dalam wilayah tersebut.
5. International Tourism
Kegiatan kepariwisataan yang berkembang diseluruh negara di dunia termasuk di dalam “regional International tourism” juga kegiatan “National tourism”.
SUMBER BACAAN: SKRIPSI MENGENAI Pariwisata
Dilihat dari letak geografisnya pariwisata dibedakan menjadi:
1. Pariwisata Lokal
Pariwisata setempat yang mempunyai lingkup relative sempit dan terbatas dalam tempat- tempat tertentu.
2. Pariwisata Regional
Kegiatan pariwisata yang berkembang di suatu tempat atau daerah yang ruang lingkupnya lebih luas dibandingkan dengan pariwisata lokal
3. Kepariwisataan Nasional
Dalam arti sempit kepariwisataan yang berkembang dalam satu negara, sedangkan dalam arti luas kegiatan kepariwisataan yang berkembang dalam suatu negara, selain kegiatan “domestic tourism” juga dikembangkan “foreign tourism” di dalam termasuk “inbound” dan “out going tourism”. Jadi selain adanya lalu lintas wisatawan di luar negeri, juga ada lintas wisatawan dari luar negeri maupun dari dalam negeri ke luar negeri.
4. Regional-International Tourism
Kegiatan kepariwisataan yang berkembang disuatu wilayah internasional yang terbatas, tetapi melewati batas – batas lebih dari dua atau tiga negara dalam wilayah tersebut.
5. International Tourism
Kegiatan kepariwisataan yang berkembang diseluruh negara di dunia termasuk di dalam “regional International tourism” juga kegiatan “National tourism”.
SUMBER BACAAN: SKRIPSI MENGENAI Pariwisata
PARADIGMA DALAM GEOGRAFI
Paradigma adalah perkembangan faham/pandangan dasar yang pada kurun waktu tertentu dikembangkan dan dianut oleh sebagian besar tokoh dan pendukungnya yang nantinya akan berpengaruh terhadap sudut pandang, sasaran studi, dan cara kerja pada bidang yang ditekuni.
MACAM-MACAM PARADIGMA
1. EKPLORASI: faham yang disepakati banyak tokoh pada zaman tertentu untuk mencari informasi, sebanyak-banyaknya ilmu di bumi. contoh: penemuan-penemuan baru.
2. DETERMINISME LINGKUNGAN: Faham yang menganggap bahwa lingkungan alam sangat menentukan pola perilaku manusia. contoh: masyrakat pesisir dan gunung.
3.POSSIBILIS: Anggapan bahwa alam hanya memberikan alternatif, manusia yang menentukan dengan pengetahuan, teknologi dan budaya. contoh: banjir, orang menanam pohon pada kondisi tanah tertentu (pencegah)
4. PROBABILIS: Pandangan yang menggunakan teknik kuantitatif dan data statistik untuk mengkaji alam.
5. VOLUNTARIS: Pandangan bahwa manusia dalam masyarakat, paling dominan dan ideologi "manusia no 1 ( mengagung-agungkan manusia). contoh: Kloning.
Sumber bacaan: catatan M.K Pengantar geografi (semester 1th. 2008)
MACAM-MACAM PARADIGMA
1. EKPLORASI: faham yang disepakati banyak tokoh pada zaman tertentu untuk mencari informasi, sebanyak-banyaknya ilmu di bumi. contoh: penemuan-penemuan baru.
2. DETERMINISME LINGKUNGAN: Faham yang menganggap bahwa lingkungan alam sangat menentukan pola perilaku manusia. contoh: masyrakat pesisir dan gunung.
3.POSSIBILIS: Anggapan bahwa alam hanya memberikan alternatif, manusia yang menentukan dengan pengetahuan, teknologi dan budaya. contoh: banjir, orang menanam pohon pada kondisi tanah tertentu (pencegah)
4. PROBABILIS: Pandangan yang menggunakan teknik kuantitatif dan data statistik untuk mengkaji alam.
5. VOLUNTARIS: Pandangan bahwa manusia dalam masyarakat, paling dominan dan ideologi "manusia no 1 ( mengagung-agungkan manusia). contoh: Kloning.
Sumber bacaan: catatan M.K Pengantar geografi (semester 1th. 2008)
DAERAH TUJUAN WISATA (DTW)
DTW Jawa Tengah dibagi menjadi empat sub DTW, yaitu sub DTW A: Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten klaten, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Kendal; sub DTW B: Kabupaten Pati, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Grobogan; sub DTW C: Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Brebes; sub DTW D: Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Purbalingga (Diparta Jateng, 1991).
SUMBER BACAAN: DIKTAT GEO WISATA
SUMBER BACAAN: DIKTAT GEO WISATA
Rabu, 13 Oktober 2010
wilayah ; Region
T.J Wofter :
” A region is an area within the combination of environmental and demographic factors have created homogeinety of economic and social structure”.
R.S. Platt :
” A region is an area deliniated on a basis of general homogeniety of land character and of occupance”.
American Society of Planning Officials :
”A region is an area where in there has grown up one characteristic human pattern of adjustment to environment”.
P. Vidal de la Blache :
”A region is a domain where many dissimilar beings artificially brought together, have subsequently adapted themselves to a common existence.”
R. E Dickinson :
” A region is an area througout which a particular set of physical conditions will lead to a particular type of economic life”.
W.I.G Jeerg :
” A region is an area whose physical conditions are homogenous”
M. M. Fenneman :
”A region is an area characterized throughout by similiar surface features and which is contrasted with neighbouring areas”.
A. J. Herbertson :
”A region is complex land, water, air, plant, animal and man regarded in their special relations as together constituting a definite characteristic portion of the earth’s surfaces”
K. Young :
”A region is a geographic area unified culturally, unified at first economically and later by consensus of thought, education, recreation, etc, which distinguishes it from other areas”
E.G.R. Taylor :
”A region may be definied as a unit area of the earth’s surface distinguishable from a more area by the exhibition of some unifying characteristic or property”.
SUMBER: DIKTAT SIG ANPOTWIL
” A region is an area within the combination of environmental and demographic factors have created homogeinety of economic and social structure”.
R.S. Platt :
” A region is an area deliniated on a basis of general homogeniety of land character and of occupance”.
American Society of Planning Officials :
”A region is an area where in there has grown up one characteristic human pattern of adjustment to environment”.
P. Vidal de la Blache :
”A region is a domain where many dissimilar beings artificially brought together, have subsequently adapted themselves to a common existence.”
R. E Dickinson :
” A region is an area througout which a particular set of physical conditions will lead to a particular type of economic life”.
W.I.G Jeerg :
” A region is an area whose physical conditions are homogenous”
M. M. Fenneman :
”A region is an area characterized throughout by similiar surface features and which is contrasted with neighbouring areas”.
A. J. Herbertson :
”A region is complex land, water, air, plant, animal and man regarded in their special relations as together constituting a definite characteristic portion of the earth’s surfaces”
K. Young :
”A region is a geographic area unified culturally, unified at first economically and later by consensus of thought, education, recreation, etc, which distinguishes it from other areas”
E.G.R. Taylor :
”A region may be definied as a unit area of the earth’s surface distinguishable from a more area by the exhibition of some unifying characteristic or property”.
SUMBER: DIKTAT SIG ANPOTWIL
Langganan:
Postingan (Atom)